|
Mampirlah Tuhan,... Sebentar saja
"Tuhan aku meminta Engkau
hadir, mengapa Justru malapetaka yang Engkau berikan"!!
Malam itu aku terbangun dari tidurku lantaran pintu kamar yang tiba-tiba
ditutup, karena aku tahu aku tidak pernah terlelap dalam tidur, hatiku
risau dan sedih. selalu terngiang-ngiang papa dan mama yang terus
bertengkar, setiap ada suara yang terdengar tiba-tiba, aku selalu berlari,
karena aku takut mereka bertengkar. Beberapa kali aku terjaga di
tengah malam lantaran piring, gelas, yang dilempar "menghiasi"
pertengkaran Orang Tuaku.
Kejadiannya dimulai pada tahun 1995, entah apakah ini sebuah kebetulan
ataukah mungkin ini adalah bagian dari rencana Tuhan dalam hidupku, yang
pasti aku tahu semenjak aku "hidup baru" justru terjadi begitu banyak
masalah dalam keluargaku, papa dan mama siang malam bertengkar, ada banyak
masalah-masalah sepele yang begitu mudah menyulut api kebencian dalam
rumah
tangga.
Setiap kali aku pulang kerumahku di Pandaan, mereka selalu "berpura-pura"
ramah, namun aku tahu pertengkaran dan permusuhan itu masih ada, aku sedih
"mengapa Tuhan Justru pada waktu aku merasakan Engkau begitu dekat dan
mengasihi aku, tetapi keluargaku menjadi berantakan" setiap malam aku
berkata "Tuhan Engkau baik bagiku" meskipun kenyataan sungguh menyakitkan
hatiku, aku mencoba menghibur dan menguatkan imanku sendiri dengan
janji-janji Tuhan, "Aku Tahu Tuhan Engkau tidak pernah Ingkar janji"
Setiap hari minggu aku datang ke Gereja lebih awal sekedar untuk meluapkan
pengharapanku akan janji Tuhan, aku memandang Sakramen Maha kudus, dan aku
berkata "Mampir Tuhan, mampirlah sebentar dalam keluargaku". aku ingat
kembali betapa Tuhan
menunjukkan perbuatannya yang begitu ajaib dalam pelayananku, aku melihat
begitu banyak mujizat yang Tuhan lakukan untuk orang lain, namun ketika
aku melihat keluargaku yang berantakan aku tersadar dari lamunanku, dan
tanpa sadar hatiku menangis sedih. "Aku ingin memeluk-Mu Tuhan
supaya Engkau tahu isi hatiku, aku ingin Engkau mampir dalam keluargaku"
Ketika Perayaan ekaristi telah usai, aku tetap termenung dibangku
memanjatkan doa, hingga seluruh umat meninggalkan Gereja, aku memberanikan
langkahku untuk mendekati Orgen gereja, aku bukanlah seorang pemusik yang
hebat, namun ada sesuatu dari dalam hatiku yang meluap-luap dan ingin aku
ungkapkan dengan musik, untuk Tuhan "Aku ingin Engkau tahu isihatiku,
Tuhan". aku menyanyikan lagu "Ada orang Buta" dan aku pikir aku seperti
orang buta yang duduk meminta-minta belas kasih Allah "mampirlah sebentar
Tuhan", hal ini selalu aku lakukan setiap kali aku pulang Ekaristi,
sungguh indah ditengah-tengah keheningan dan kedamaian Rumah Tuhan, aku
bernyanyi dan menangis mohon belas kasih Allah. "Tuhan aku mengemis
cinta-Mu, aku butuh Engkau Tuhan"
Minggu-lepas minggu berlalu, yah beberapa bulan telah berlalu, Tetapi
bukan kebaikan yang aku terima malah sebuah musibah terjadi dalam keluarga
kami, tiba-tiba pada suatu pagi tetangga memberitahukan kami bahwa papa
jatuh dari Vespa dan,... Ya Tuhan,... ia mengalami kelumpuhan,... Stroke,
separuh Tubuhnya tidak dapat digerakkan, bicaranya tidak jelas, papa
sempat opname di Rumah Sakit, "Tuhan aku meminta Engkau hadir, mengapa
Justru malapetaka yang Engkau berikan"!! mungkin saat itu aku kecewa, aku
mencoba menumpangkan Tanganku kepada papaku, diam-diam aku doakan dia, "aku
minta mujizat Tuhan", namun tidak ada hasil, "aku malu" ada banyak
kesembuhan yang Tuhan lakukan untuk orang lain melalui aku, namun tidak
untuk saat itu. dan tidak untuk diriku.
Aku mencoba menguatkan diriku, aku berlari ke Rumah Tuhan kembali dan aku
menyanyi "Ada Orang Buta" lagi untuk Tuhan, aku bermain Orgen Gereja
dengan hatiku hingga suatu ketika, seorang Ibu yang sedang berdoa di pojok
gereja menghampiriku dengan bercucuran airmata, ia menangis karena
tersentuh oleh permainan Orgenku. "Aku sedih Tuhan, ibu tadi tersentuh
oleh
musikku, tetapi Engkau,... kenapa Engkau tidak tersentuh sama sekali Tuhan"
aku mengeluh, "entah kepada siapa aku dapat meminta Tolong kalau Engaku
tidak berkenan menolongku"
Aku tidak dapat melihat jalan keluar lagi, aku jatuh, seakan semua pintu
telah tertutup bagiku, aku mencoba berharap bahwa ini hanyalah mimpi buruk,
Tetapi TIDAK !! Tuhan tetap menopang aku melalui mimpi
buruk-ku.
Kini aku sadar Tuhan TELAH mampir dalam hidupku. Ia
menyingkapkan mimpi burukku
Kini,.. 8 Tahun kemudian ... ah itu terjadi beberapa tahun yang lalu
seperti sebuah mimpu buruk dalam kelurgaku, minggu kemarin
ketika aku pulang ke Pandaan, ketika aku melihat papa dan mama bersenda
gurau dan tampak begitu "romantis" aku teringat kembali "saat-saat" susah
beberapa tahun yang lalu, itu telah berlalu. aku coba merenungkan;
dan aku berkata dalam hatiku "Terima kasih Tuhan, untuk Anugerah Stroke
yang Engkau berikan".
Aku mulai menyadari bahwa Penyakit Stroke yang diderita papa adalah
anugerah dari Tuhan, untuk mempersatukan kembali rumah tangga kami,
antaran terkena Stroke dan "takut mati" maka papa menjadi penyabar, dan
mama, jatuh belas kasihan kepada papa karena Ia tahu bahwa papa tidak
berdaya melawan sakit stroke yang dideritanya, hari lepas hari berlalu,
pelan-pelan benih-benih cinta dan belas kasihan itu Tumbuh kembali. aku
melihat Tuhan merajut perkara-perkara indah,... hahahaha ehmmm kalau saat
ini ada rekan-rekan bertanya papa mama siapa yang paling romantis di dunia?
aku akan menjawab he he hhe itu papa dan mamaku, aku bangga dengan mereka.
Mimpi Buruk itu telah berlalu dan aku sadar, bahwa Tuhan mendengar doaku,
Ia tidak pernah lalai, aku tahu lagu "ada orang buta" sudah sampai
ditelinga Tuhan, karena aku menyanyikannya dengan hatiku di Rumah Tuhan. 8
Tahun sudah berlalu sebuah perjalanan panjang untuk sebuah doa pemersatu
keluarga. Aku belajar satu hal dalam pengalaman keluragaku bahwa :
Allah Turut bekerja dalamsegala Hal, bahkan dalam MALAPETAKA yang terjadi
dalam hidup kita,... untuk mendatangkan KEBAIKAN bagi kita.
Pegang janji Tuhan hari ini :
Ro 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi
mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Kini Papa dan mamaku hidup bahagia, papa saat ini rajin Fitnes, dan mama
selalu memasak makanan kesukaanku, ketika aku pulang, kami berbahagia,
meskipun papa belum sembuh total dari penyakit strokenya,.. tetapi ada
perkara yang Indah,... lebih
dari sekedar sakit Stroke yang terjadi dalam keluarga kami,....
Yah setiap hari Tuhan menambahkan cinta dan belas kasihan dalam hati papa
dan mamaku. Aku bersyukur.
Setiap malam aku menggandeng tangan istriku dan kami berdoa untuk mengucap
syukur atas papa dan mama kami yang begitu baik dan yang Tuhan berikan
untuk kami. "Tuhan Yesus, beri kami kesempatan untuk membahagiakan
papa dan mama di hari tua mereka, Tuhan" inilah doa hati kami setiap
malam.
Aku Tahu Tuhan sudah mampir dalam Rumah Tanggaku.
Percayalah dan Teguhkanlah Hatimu, Saudara:
Allah Turut Bekerja DALAM SEGALA HAL BAHKAN DALAM MALAPETAKA DAN KEJATUHAN
KITA
Untuk mendatangkan KEBAIKAN BAGI KITA, JADILAH RUMAH DOA BAGI KELUARGAMU
SEKARANG !!
SAMPAI TUHAN 'MAMPIR' DALAM KELUARGAMU
Ada Orang Buta
Ada Orang Buta, duduk minta-minta, tiap-tiap hari, dipinggir jalan
Pada Suatu Hari Yesus melalui, Orang Buta itu Ia sembuhkan
Mata Terbuka, Mata terbuka, Orang Buta itu Ia sembuhkan
Mata Terbuka, Mata terbuka, Orang Buta itu Ia sembuhkan
|